Tips n Trik . 31/08/2026, 12:32 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Bandwidth yang tersedia harus dibagi di antara seluruh aktivitas tersebut.
Akibatnya, perangkat yang sedang digunakan untuk browsing dapat memiliki sinyal WiFi penuh tetapi memperoleh bagian bandwidth yang lebih kecil.
Masalah seperti ini biasanya semakin terasa pada paket internet dengan kapasitas relatif rendah atau ketika ada aktivitas yang membutuhkan transfer data besar.
Internet lambat juga dapat berasal dari jaringan milik ISP.
Kemacetan jaringan dapat terjadi ketika banyak pengguna menggunakan koneksi internet pada waktu yang bersamaan. Kondisi tersebut sering disebut sebagai network congestion.
Pada kondisi tertentu, perlambatan dapat lebih terasa pada jam sibuk, misalnya malam hari ketika banyak pelanggan di suatu wilayah menggunakan koneksi internet secara bersamaan.
Dalam kondisi seperti ini, indikator WiFi tetap penuh karena hubungan perangkat dengan router tidak mengalami masalah.
Hambatan justru berada setelah router, yakni pada jalur yang menghubungkan jaringan rumah dengan infrastruktur ISP dan internet.
Router juga memiliki keterbatasan perangkat keras.
Router lama dengan prosesor, memori, atau kemampuan wireless yang terbatas dapat kesulitan menangani banyak perangkat secara bersamaan.
Misalnya, seseorang menggunakan paket internet berkecepatan ratusan Mbps tetapi router yang digunakan merupakan model lama dengan kemampuan jaringan yang jauh lebih rendah.
Kecepatan koneksi akhirnya dapat dibatasi oleh kemampuan router.
Selain itu, router yang bekerja terus-menerus dalam waktu lama terkadang dapat mengalami penurunan performa sementara. Restart router dapat membantu pada sebagian kasus karena perangkat akan memulai kembali proses jaringan dan membuat koneksi baru.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media