Games . 31/08/2026, 10:55 WIB
Penulis : Ari Nur Cahyo | Editor : Ari Nur Cahyo
fin.co.id - Antusiasme luar biasa mengiringi peluncuran preview resmi Grand Theft Auto 6 (GTA 6). Lonjakan trafik yang masif membuat sejumlah platform streaming kewalahan menampung jutaan penonton, sekaligus mendongkrak lonjakan harga saham perusahaan induknya.
Netflix mencatat sejarah sebagai platform pertama yang menayangkan cuplikan panjang GTA 6. Sejumlah pengguna sempat menemui kendala teknis dan harus memuat ulang halaman akibat lonjakan akses yang luar biasa tinggi.
"Beberapa user sempat mengalami masalah singkat saat mengakses Netflix, tetapi kami segera memulihkannya," tulis pihak Netflix dalam keterangan resmi.
Platform streaming Twitch juga melaporkan masalah bandwidth ketika jutaan penonton memadati siaran untuk membagikan reaksi langsung terhadap trailer tersebut. Fenomena ini menunjukkan daya tarik luar biasa dari waralaba garapan Rockstar Games tersebut.
Seri keenam ini dijadwalkan meluncur pada 19 November untuk konsol PlayStation 5 serta Xbox Series X/S. Rockstar mengusung ekspektasi tinggi agar game ini mampu melampaui kesuksesan pendahulunya sebagai produk hiburan paling menguntungkan sepanjang masa.
Perusahaan analitik Newzoo memperkirakan total pre-order global GTA 6 sudah menembus angka USD 260 juta. Angka fantastis ini mengindikasikan potensi pendapatan penjualan hingga USD 4,5 miliar hanya dalam sepekan pertama peluncurannya.
"Saya belum pernah melihat Netflix melakukan langkah seperti memamerkan sebuah game, dan ini jelas menunjukkan betapa kuatnya daya tarik judul ini," ujar pendiri perusahaan analisis The Game Business, Christopher Dring.
Lonjakan minat pasar turut berimbas positif pada performa finansial Take-Two Interactive. Nilai saham perusahaan induk Rockstar Games tersebut merangkak naik sebesar 2,5%, seiring proyeksi optimistis dari para analis pasar seperti Morgan Stanley dan JPMorgan.
Di balik antusiasme tinggi tersebut, para gamer sempat menyuarakan protes terkait kebijakan penjualan yang hanya menyediakan format unduhan digital tanpa menyertakan kepingan disk fisik.
CEO Take-Two, Strauss Zelnick, menegaskan bahwa perilisan disk fisik sudah tidak lagi relevan bagi konsumen maupun bisnis perusahaan. Terlebih lagi, lini bisnis Take-Two saat ini sudah mendistribusikan lebih dari 90% produknya secara digital.
Data lembaga riset Circana memperkuat argumen tersebut setelah mencatat penjualan disk fisik di Amerika Serikat merosot ke titik terendah, dengan total pengeluaran konsumen hanya menyentuh USD 85 juta.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media