Tips n Trik . 30/08/2026, 20:35 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Misalnya, foto sebuah gedung dengan pola jendela yang tidak beraturan, kerumunan manusia, kendaraan, tulisan, tangan, atau objek dengan geometri tertentu.
AI dapat menghasilkan bentuk yang terlihat masuk akal sekilas, tetapi sebenarnya tidak sesuai dengan kondisi asli.
Karena itu pengguna tetap perlu memeriksa hasil edit sebelum menyimpannya.
Ada perbedaan penting antara foto yang diperluas dengan foto asli.
Bagian tengah gambar mungkin benar-benar berasal dari kamera, tetapi area tambahan merupakan hasil sintesis AI.
Misalnya, pengguna memiliki foto gunung yang hanya memperlihatkan sedikit langit.
Setelah diperluas, AI dapat membuat awan baru.
Awan tersebut mungkin terlihat realistis, tetapi tidak berarti awan itu benar-benar ada ketika foto diambil.
Hal ini menjadi semakin penting ketika teknologi digunakan pada foto dokumentasi, jurnalistik, bukti kejadian, atau konteks lain yang membutuhkan keaslian gambar.
Untuk wallpaper pribadi, manipulasi tersebut biasanya tidak menjadi masalah besar karena tujuannya bersifat estetis.
Apple juga menyiapkan mekanisme untuk membantu membedakan foto yang telah diubah menggunakan AI.
Dalam pengumuman Apple Intelligence terbaru, Apple menyebut bahwa foto yang disesuaikan menggunakan fitur AI akan secara otomatis menyertakan watermark SynthID tersembunyi.
SynthID merupakan teknologi watermark digital yang dapat ditanamkan ke dalam konten yang dibuat atau dimodifikasi oleh AI.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media