Tips n Trik . 26/08/2026, 13:23 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Di sinilah computational photography dan AI digunakan.
Sistem kamera dapat mengambil beberapa frame dalam waktu hampir bersamaan. Frame tersebut kemudian dianalisis dan digabungkan untuk mengurangi noise, meningkatkan ketajaman, memperbaiki kontras, dan mempertahankan detail.
Algoritma juga dapat mengenali pola pada objek seperti bangunan, pepohonan, manusia, tulisan, atau tekstur tertentu.
Samsung menjelaskan bahwa AI Zoom pada Galaxy S26 Ultra digunakan untuk menganalisis gambar dan meningkatkan detail ketika pengguna melakukan pembesaran, termasuk pada rentang Space Zoom hingga 100x.
Artinya, sebagian detail pada gambar akhir bukan hanya berasal langsung dari kemampuan optik lensa.
Ada pemrosesan komputasional yang ikut menentukan bagaimana hasil akhir terlihat.
Tidak sesederhana itu.
Pemrosesan kamera modern hampir selalu melibatkan algoritma, bahkan ketika pengguna memotret menggunakan kamera utama pada 1x.
Noise reduction, HDR, sharpening, white balance, penggabungan beberapa frame, dan tone mapping merupakan bagian umum dari fotografi smartphone.
Perbedaannya, semakin tinggi tingkat zoom digital, semakin besar ketergantungan kamera terhadap pemrosesan tersebut.
Pada 5x dengan lensa telefoto khusus, sebagian besar informasi penting masih dapat berasal langsung dari sistem optik dan sensor.
Ketika diperbesar hingga 30x, 50x, atau 100x, informasi optik yang tersedia menjadi jauh lebih terbatas. Software kemudian harus bekerja lebih keras untuk menghasilkan foto yang terlihat jelas.
Karena itu, foto 100x sebaiknya tidak dipahami sebagai rekaman detail optik yang sama seperti menggunakan lensa kamera profesional dengan pembesaran setara.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media