Tips n Trik . 26/08/2026, 11:08 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
PIN Windows Hello terikat dengan perangkat tempat PIN tersebut dibuat.
Ketika perangkat memiliki TPM, kunci kriptografi yang digunakan dalam proses autentikasi dapat dilindungi oleh TPM. PIN berfungsi sebagai salah satu cara untuk mengizinkan penggunaan kunci tersebut.
Artinya, mengetahui PIN laptop seseorang tidak otomatis memungkinkan pelaku masuk ke akun korban melalui komputer lain.
Ini berbeda dengan password akun yang dapat digunakan untuk mencoba login dari perangkat atau lokasi lain jika password tersebut berhasil dicuri.
Microsoft menjelaskan bahwa PIN Windows Hello tidak dikirimkan keluar dari perangkat seperti kredensial akun tradisional.
TPM juga dapat memberikan perlindungan terhadap percobaan PIN berulang kali. Mekanisme keamanan dapat membatasi upaya ketika terlalu banyak PIN yang salah dimasukkan.
Karena itu, PIN Windows Hello yang pendek tidak boleh disamakan langsung dengan password pendek pada layanan internet.
Untuk penggunaan sehari-hari pada perangkat yang mempunyai sensor Windows Hello Face resmi, login menggunakan wajah dapat dianggap sangat aman sekaligus praktis.
Pengguna tidak perlu mengetik kode sehingga risiko orang lain melihat PIN ketika sedang dimasukkan juga dapat dikurangi.
Namun, biometrik memiliki karakteristik yang berbeda dari PIN.
National Institute of Standards and Technology atau NIST mengingatkan bahwa karakteristik biometrik bukanlah sebuah rahasia.
Secara sederhana, wajah seseorang dapat terlihat oleh orang lain, muncul di media sosial, atau direkam kamera.
Dalam panduan autentikasinya, NIST pada dasarnya menyatakan bahwa:
"Karakteristik biometrik bukan merupakan rahasia."
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media