Laptop AI Tetap Bisa Menjalankan AI tanpa Internet, Begini Cara Kerjanya?
Laptop AI semakin banyak diperkenalkan oleh produsen komputer. Salah satu kemampuan yang sering menjadi perhatian adalah kecerdasan buatan yang dapat bekerja
Perbedaannya terutama berada pada efisiensi, dukungan aplikasi, dan jenis beban kerja yang dapat dijalankan.
Microsoft pada 2026 juga memperluas dukungan Phi Silica ke sejumlah PC Windows non-Copilot+ yang menggunakan GPU kompatibel. Dokumentasi Microsoft menyebut inferensi pada perangkat tersebut dapat dilakukan melalui GPU.
Artinya, NPU bukan satu-satunya perangkat keras yang mampu menjalankan AI.
NPU menjadi penting karena dirancang khusus untuk membantu menjalankan beban kerja AI tertentu secara efisien, terutama pada perangkat yang harus mempertahankan konsumsi daya rendah seperti laptop.
Baca Juga
Apa Keuntungan AI Lokal?
Kemampuan menjalankan AI di perangkat mempunyai beberapa keuntungan.
Pertama adalah latensi. Aplikasi tidak harus menunggu data dikirim ke server dan dikembalikan lagi melalui internet.
Kedua adalah kemampuan offline. Pengguna dapat menjalankan fitur tertentu ketika berada di pesawat, perjalanan, lokasi tanpa WiFi, atau ketika jaringan sedang bermasalah.
Ketiga adalah privasi.
Jika sebuah aplikasi benar-benar melakukan seluruh proses secara lokal, data tidak perlu dikirim ke server eksternal untuk diproses.
Baca Juga
AMD menyatakan bahwa pemrosesan AI lokal dapat membantu menjaga data pada perangkat tanpa bergantung pada server eksternal. Microsoft juga menjelaskan Phi Silica sebagai model yang dapat mempertahankan prompt dan respons secara lokal pada perangkat yang didukung.
Namun, pengguna tetap harus memperhatikan kebijakan masing-masing aplikasi.
Keberadaan NPU tidak otomatis menjamin aplikasi tidak pernah terhubung ke internet. Sebuah aplikasi masih dapat mengirimkan telemetri, melakukan sinkronisasi, mengakses layanan tambahan, atau menggunakan cloud untuk fungsi tertentu.
Keterbatasan AI tanpa Internet
AI offline memiliki keterbatasan yang perlu dipahami.