Cyber

Kamera 200 MP Tidak Selalu Menghasilkan Foto Lebih Tajam, Kenapa?

Angka megapiksel masih menjadi salah satu spesifikasi kamera HP yang paling mudah menarik perhatian. Beberapa smartphone kini menawarkan kamera utama

Kamera 200 MP Tidak Selalu Menghasilkan Foto Lebih Tajam, Kenapa?
Kamera 200 MP, Ilustrasi: DALL·E 3

Karena itu, teknologi Optical Image Stabilization atau OIS sangat penting pada kamera smartphone modern.

OIS membantu mengompensasi gerakan kecil dengan menggerakkan elemen tertentu pada sistem kamera.

Namun, stabilisasi tidak dapat menghilangkan seluruh masalah.

Jika objek yang difoto bergerak dengan cepat, shutter speed yang terlalu lambat masih dapat menghasilkan motion blur. Kondisi tersebut bahkan dapat terjadi meskipun sensor memiliki resolusi 200 MP.

Autofocus Juga Menentukan Foto Tajam atau Tidak

Foto beresolusi tinggi tetap akan terlihat buram apabila kamera salah menentukan fokus.

Smartphone modern menggunakan berbagai sistem autofocus, termasuk phase detection autofocus dan teknologi pendukung lainnya.

Kecepatan dan akurasi autofocus menjadi sangat penting ketika memotret anak-anak, hewan, kendaraan, atau objek lain yang bergerak.

Jika fokus jatuh beberapa sentimeter di depan atau belakang objek yang diinginkan, resolusi 200 MP tidak dapat memperbaiki kesalahan tersebut.

Karena itulah, performa autofocus sering kali lebih berpengaruh terhadap keberhasilan sebuah foto dibandingkan sekadar jumlah megapiksel.

Cahaya Menjadi Faktor yang Sangat Penting

Kamera 200 MP biasanya menunjukkan kemampuan terbaiknya ketika pencahayaan melimpah.

Dalam kondisi tersebut, sensor menerima cukup banyak cahaya sehingga piksel kecil dapat merekam detail secara maksimal.

Ketika kondisi menjadi gelap, kamera harus meningkatkan sensitivitas, menggunakan exposure lebih lama, menggabungkan beberapa frame, atau menggunakan algoritma pengurangan noise.

Pemrosesan noise yang terlalu agresif dapat menghilangkan tekstur halus.

Berita Terkait