Games

Mengapa Laptop Gaming Terkadang Tetap Lag Meski Spesifikasinya Tinggi?

Laptop gaming dengan prosesor kencang, RAM besar, dan kartu grafis kelas atas seharusnya mampu menjalankan game dengan lancar. Namun, dalam praktiknya

Mengapa Laptop Gaming Terkadang Tetap Lag Meski Spesifikasinya Tinggi?
laptop Gaming Lag, Image: DALL·E 3

Game modern tidak hanya membutuhkan GPU yang kuat. Penyimpanan juga berperan ketika game harus membaca tekstur, model, suara, dan berbagai aset lainnya.

SSD NVMe umumnya menawarkan kecepatan transfer data yang jauh lebih tinggi dibandingkan hard disk mekanis. Namun, SSD yang hampir penuh juga dapat mengalami penurunan performa pada kondisi tertentu.

Windows dan berbagai aplikasi juga membutuhkan ruang kosong untuk menjalankan proses sementara. Karena itu, menjaga ruang kosong pada drive sistem tetap memadai merupakan bagian penting dari pemeliharaan laptop gaming.

Jika game mengalami stuttering ketika memasuki area baru atau ketika banyak objek muncul secara bersamaan, masalahnya tidak selalu berasal dari GPU. Proses pemuatan aset dari penyimpanan juga dapat menjadi salah satu faktor.

CPU Bisa Menjadi Penghambat GPU

Ada kondisi ketika GPU sebenarnya sangat kuat, tetapi prosesor tidak mampu menyediakan data dengan cukup cepat.

Situasi ini sering disebut CPU bottleneck.

Dalam game yang membutuhkan banyak perhitungan seperti simulasi, game strategi, atau judul dengan jumlah objek dan karakter yang sangat banyak, CPU dapat menjadi komponen yang lebih terbebani.

Akibatnya, penggunaan GPU mungkin tidak mencapai 90 sampai 100 persen, sementara CPU atau salah satu core prosesor bekerja sangat berat.

Menurunkan pengaturan grafis dalam kondisi seperti ini bahkan belum tentu meningkatkan FPS secara signifikan karena masalah utamanya bukan kemampuan GPU.

Pengaturan Grafis Terlalu Berat

Laptop gaming dengan GPU kelas atas memang dapat menjalankan game pada pengaturan grafis tinggi. Namun, tidak semua fitur grafis memiliki dampak performa yang sama.

Ray tracing, resolusi tinggi, shadow quality, ambient occlusion, volumetric effects, dan beberapa efek pencahayaan dapat membutuhkan sumber daya GPU yang sangat besar.

Fitur upscaling seperti DLSS atau teknologi serupa dapat membantu meningkatkan performa dengan merender gambar pada resolusi internal yang lebih rendah kemudian melakukan rekonstruksi gambar.

Karena itu, pengguna tidak selalu perlu menurunkan seluruh pengaturan grafis. Beberapa pengaturan yang paling berat dapat dikurangi secara selektif untuk mendapatkan keseimbangan antara kualitas visual dan FPS.

Berita Terkait