Games . 13/08/2026, 13:30 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Laptop gaming tetap merupakan komputer yang menjalankan banyak proses sekaligus.
Windows dapat menjalankan pembaruan, antivirus dapat melakukan pemindaian, aplikasi cloud dapat melakukan sinkronisasi, sementara launcher game dapat melakukan proses tambahan.
Ketika aktivitas tersebut terjadi saat bermain game, CPU, RAM, penyimpanan, atau bahkan koneksi internet dapat ikut terbebani.
Pada komputer dengan spesifikasi tinggi, dampaknya mungkin kecil. Namun pada situasi tertentu, aktivitas latar belakang dapat menyebabkan spike penggunaan sumber daya yang menghasilkan stuttering sesaat.
Satu hal yang sering membingungkan adalah perbedaan antara lag akibat koneksi internet dan lag akibat performa perangkat.
Jika FPS turun, gambar biasanya terlihat patah patah atau tidak halus. Ini lebih berkaitan dengan kemampuan komputer dalam menghasilkan frame.
Sementara itu, masalah koneksi internet dapat menyebabkan karakter bergerak terlambat, pemain lain melakukan teleportasi, serangan terlambat terdaftar, atau koneksi terputus.
Game online dapat mengalami kedua masalah tersebut secara bersamaan. Laptop bisa menghasilkan FPS tinggi tetapi tetap terasa lag karena ping atau packet loss.
Karena itu, pengguna perlu melihat indikator FPS, penggunaan CPU dan GPU, temperatur, serta ping untuk mengetahui sumber masalah sebenarnya.
Tidak semua masalah performa berasal dari laptop.
Game PC dikembangkan untuk bekerja pada kombinasi perangkat keras dan perangkat lunak yang sangat beragam. Karena itu, optimasi menjadi tantangan besar bagi pengembang.
Sebuah game bisa saja memiliki masalah stuttering meskipun dimainkan pada perangkat yang jauh melampaui spesifikasi minimum.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media