Teknologi Offline AI Makin Berkembang, Begini Dampaknya untuk Pengguna HP
AI di smartphone tidak lagi selalu membutuhkan koneksi internet. Teknologi offline AI atau on-device AI kini semakin berkembang, memungkinkan sejumlah tugas
Dalam kondisi tertentu, pengguna yang sedang berada di pesawat, daerah dengan sinyal buruk, basement, atau lokasi terpencil tetap dapat menggunakan fungsi AI tertentu.
Namun, bukan berarti seluruh kemampuan AI dapat berjalan offline. Model yang sangat besar dan membutuhkan kemampuan komputasi tinggi masih lebih cocok dijalankan di pusat data.
Privasi Bisa Menjadi Lebih Baik
Salah satu alasan terbesar mengapa offline AI semakin menarik adalah persoalan privasi.
Ketika sebuah tugas diproses langsung di smartphone, data tidak harus dikirim ke server eksternal.
Baca Juga
Misalnya, pengguna ingin merangkum sebuah catatan pribadi. Jika fitur tersebut menggunakan pemrosesan lokal, isi catatan dapat tetap berada di perangkat.
Google menjelaskan bahwa pemrosesan lokal melalui AICore dirancang agar data untuk tugas tertentu tetap berada di perangkat dan tidak dikirim ke cloud.
Konsep ini menjadi semakin penting karena smartphone menyimpan berbagai informasi pribadi, mulai dari foto, pesan, dokumen, rekaman suara hingga data pekerjaan.
Semakin banyak fungsi AI yang dapat dilakukan tanpa mengirimkan informasi tersebut ke internet, semakin kecil pula kebutuhan untuk memindahkan data sensitif ke server.
Meski demikian, pengguna tetap harus memperhatikan aplikasi yang digunakan. Tidak semua fitur dengan label "AI" otomatis bekerja secara offline.
Baca Juga
Respons AI Bisa Menjadi Lebih Cepat
Offline AI juga mempunyai keuntungan dari sisi kecepatan.
Pada AI berbasis cloud, terdapat proses komunikasi antara HP dan server. Data harus dikirim, diproses, kemudian hasilnya dikembalikan ke perangkat.
Koneksi internet yang lambat atau tidak stabil dapat membuat proses tersebut terasa lebih lama.
Pemrosesan lokal menghilangkan sebagian proses tersebut.