fin.co.id - PS5 Pro hadir sebagai konsol paling bertenaga yang pernah dirilis Sony. Perangkat ini menawarkan peningkatan performa grafis, teknologi ray tracing yang lebih baik, serta kemampuan menampilkan visual dengan resolusi dan frame rate lebih tinggi dibandingkan PS5 standar.
Namun, masih banyak pengguna yang menghubungkan PS5 Pro ke TV biasa yang hanya mendukung resolusi Full HD atau 4K dengan fitur terbatas. Konsol memang tetap bisa dimainkan, tetapi sebagian besar peningkatan yang ditawarkan PS5 Pro tidak akan terasa maksimal.
Lalu, apa saja kerugiannya?
Fitur Grafis PS5 Pro Tidak Terlihat Maksimal
Keunggulan utama PS5 Pro adalah kualitas grafis yang lebih tinggi. Banyak game telah mendapatkan pembaruan khusus agar tampil lebih tajam, memiliki detail lebih kaya, dan efek pencahayaan yang lebih realistis.
Jika dimainkan di TV biasa, terutama yang masih Full HD, peningkatan tersebut akan sulit dibedakan. Detail tekstur yang lebih halus, objek yang lebih tajam, hingga peningkatan resolusi tidak dapat ditampilkan secara optimal.
Hasilnya, pengalaman bermain akan terasa mirip dengan PS5 standar.
Refresh Rate Tinggi Tidak Bisa Dimanfaatkan
Banyak TV lama hanya mendukung refresh rate 60 Hz. Padahal, sejumlah game di PS5 Pro dapat berjalan hingga 120 fps.
Tanpa TV 120 Hz, frame rate tinggi tersebut tidak bisa ditampilkan secara penuh. Gerakan karakter, kamera, maupun aksi cepat akan tetap terasa lebih mulus berkat peningkatan performa konsol, tetapi tidak semaksimal jika menggunakan layar yang mendukung 120 Hz.
Teknologi VRR Tidak Berfungsi
Variable Refresh Rate atau VRR menjadi salah satu fitur penting pada PS5 Pro. Teknologi ini membantu menyelaraskan refresh rate TV dengan frame rate game sehingga gambar terlihat lebih stabil.
Jika TV tidak mendukung VRR, pemain berpotensi mengalami screen tearing atau gerakan yang terasa kurang mulus pada beberapa game.
Fitur ini sangat berguna untuk game balapan, olahraga, maupun game aksi dengan frame rate yang berubah-ubah.