Tips n Trik

Waspada! Hacker Kini Gunakan Halaman Login Asli Microsoft untuk Menipu Korban

Serangan phishing terus berkembang dengan metode yang semakin sulit dikenali. Jika sebelumnya pengguna diminta waspada terhadap situs login palsu, kini para

Waspada! Hacker Kini Gunakan Halaman Login Asli Microsoft untuk Menipu Korban
Hacker, Image: Franz26 / Pixabay

fin.co.id - Serangan phishing terus berkembang dengan metode yang semakin sulit dikenali. Jika sebelumnya pengguna diminta waspada terhadap situs login palsu, kini para pelaku siber justru memanfaatkan halaman login resmi Microsoft untuk melancarkan aksinya.

Metode baru ini membuat korban merasa aman karena mereka benar-benar diarahkan ke situs resmi Microsoft. Namun, ancaman sebenarnya bukan lagi pencurian kata sandi, melainkan pemberian izin akses secara sukarela kepada aplikasi yang dikendalikan oleh pelaku.

Laporan terbaru dari TechRadar yang mengutip perusahaan keamanan siber Check Point mengungkap bahwa teknik ini telah digunakan dalam kampanye phishing yang menargetkan ratusan organisasi di berbagai negara.

Kampanye Phishing Menargetkan Ratusan Organisasi

Menurut Check Point, kampanye phishing tersebut berlangsung sejak akhir Juni hingga Juli 2026. Peneliti menemukan lebih dari 200 email phishing yang dikirim kepada pengguna di sekitar 120 organisasi di seluruh dunia.

Email tersebut dibuat menyerupai notifikasi resmi Microsoft Teams. Korban menerima pemberitahuan seolah-olah ada pesan baru dari bagian HR, pembaruan mengenai payroll dan tunjangan, atau tugas yang harus segera diselesaikan melalui Microsoft Planner.

Sekilas, email tersebut terlihat sangat meyakinkan. Bahkan alamat pengirim tampak berasal dari organisasi milik korban sendiri sehingga semakin mengurangi rasa curiga.

Menggunakan Halaman Login Resmi Microsoft

Hal yang membuat serangan ini berbeda adalah tautan yang diberikan tidak mengarah ke situs palsu.

Sebaliknya, korban diarahkan ke halaman login resmi Microsoft di domain login.microsoftonline.com. Karena alamat situs benar dan sertifikat keamanannya valid, sebagian besar pengguna akan menganggap proses tersebut sepenuhnya aman.

Setelah berhasil masuk ke akun Microsoft, korban akan melihat permintaan izin atau consent yang meminta mereka memberikan akses kepada sebuah aplikasi.

Di sinilah serangan sebenarnya terjadi.

Bukan Mencuri Password, Melainkan Meminta Izin Akses

Alih-alih mencuri username dan password, pelaku memanfaatkan mekanisme OAuth yang memang disediakan Microsoft untuk menghubungkan aplikasi pihak ketiga dengan akun pengguna.

Berita Terkait