Kenapa Drone Dilarang Terbang di Dekat Bandara? Ini Alasannya
Drone kini semakin mudah dimiliki oleh masyarakat. Harganya semakin terjangkau, fiturnya makin canggih, dan penggunaannya pun semakin beragam, mulai dari foto
fin.co.id - Drone kini semakin mudah dimiliki oleh masyarakat. Harganya semakin terjangkau, fiturnya makin canggih, dan penggunaannya pun semakin beragam, mulai dari fotografi udara, pembuatan konten, survei lokasi, hingga keperluan pekerjaan profesional. Namun, di balik kemudahan tersebut, ada aturan yang wajib dipatuhi, salah satunya adalah larangan menerbangkan drone di sekitar bandara.
Banyak orang menganggap drone berukuran kecil sehingga tidak akan membahayakan pesawat komersial. Padahal anggapan tersebut keliru. Kehadiran drone di jalur penerbangan dapat mengganggu keselamatan pesawat yang sedang lepas landas maupun mendarat. Karena itulah hampir semua negara, termasuk Indonesia, memiliki aturan ketat mengenai penggunaan drone di sekitar bandar udara.
Lantas, kenapa drone dilarang terbang di dekat bandara? Berikut penjelasan lengkapnya.
Baca Juga
Bandara Merupakan Area dengan Lalu Lintas Udara Sangat Padat
Pesawat yang berada di sekitar bandara sedang berada dalam fase penerbangan paling kritis, yaitu saat lepas landas (takeoff) dan mendarat (landing). Pada fase ini, pesawat terbang di ketinggian rendah dengan kecepatan tinggi sehingga membutuhkan ruang udara yang steril dari berbagai gangguan.
Pilot harus fokus memantau instrumen penerbangan, berkomunikasi dengan petugas pengatur lalu lintas udara, sekaligus mengendalikan pesawat. Kemunculan drone secara tiba-tiba dapat menjadi ancaman yang tidak mudah dihindari karena waktu reaksi sangat terbatas.
Semakin dekat drone dengan jalur pendekatan pesawat, semakin besar pula risiko terjadinya insiden.
Drone Bisa Bertabrakan dengan Pesawat
Meski ukurannya jauh lebih kecil dibanding pesawat, drone tetap dapat menyebabkan kerusakan serius apabila terjadi tabrakan.
Baca Juga
Beberapa bagian pesawat sangat rentan terhadap benturan, seperti:
-
Kaca kokpit.
-
Mesin jet.
-
Sayap.
-
Stabilizer.
-
Sensor navigasi.
-
Radar cuaca.
Drone modern memiliki rangka yang terbuat dari plastik keras, logam ringan, baterai lithium, serta motor listrik. Komponen-komponen tersebut jauh lebih keras dibanding burung yang selama ini menjadi salah satu ancaman dalam dunia penerbangan.
Penelitian dari berbagai lembaga menunjukkan bahwa benturan drone dapat menghasilkan energi yang cukup besar ketika bertabrakan dengan pesawat yang melaju ratusan kilometer per jam.