Meski tidak perlu dimatikan setiap malam, melakukan restart sesekali dapat membantu menyegarkan sistem operasi router.
Restart dapat membersihkan penggunaan memori sementara, memperbarui koneksi ke penyedia layanan internet, serta mengatasi gangguan kecil seperti koneksi yang mulai melambat atau perangkat yang sulit memperoleh alamat IP.
Bahkan, beberapa router modern telah menyediakan fitur penjadwalan restart otomatis pada waktu tertentu.
Kapan Router Sebaiknya Dimatikan?
Ada beberapa kondisi di mana mematikan router justru disarankan, antara lain:
- Saat rumah ditinggalkan selama beberapa hari.
- Ketika terjadi badai petir untuk mengurangi risiko kerusakan akibat lonjakan listrik.
- Saat akan membersihkan atau memindahkan perangkat.
- Ketika router mengalami gangguan dan perlu dilakukan restart.
Di luar kondisi tersebut, router umumnya aman dibiarkan menyala.
Bagaimana dengan Keamanan?
Sebagian orang menganggap mematikan router setiap malam dapat meningkatkan keamanan jaringan.
Secara teori, jaringan memang tidak dapat diakses ketika router dimatikan. Namun, dari sisi keamanan siber, langkah yang jauh lebih penting adalah menggunakan kata sandi WiFi yang kuat, memperbarui firmware secara berkala, serta mengganti kata sandi administrator bawaan router.
Dengan konfigurasi yang benar, router tetap aman meski menyala selama 24 jam.
Penutup
WiFi router pada dasarnya dirancang untuk beroperasi tanpa henti sehingga tidak harus dimatikan setiap malam. Penghematan listrik yang diperoleh dari mematikan router hanya relatif kecil, sementara tidak ada bukti kuat bahwa kebiasaan tersebut dapat memperpanjang usia perangkat.
Jika koneksi mulai melambat, melakukan restart sesekali justru lebih bermanfaat dibandingkan mematikan router setiap malam. Yang tidak kalah penting adalah memastikan router memiliki ventilasi yang baik, firmware selalu diperbarui, dan pengaturan keamanannya sudah optimal agar perangkat tetap bekerja dengan stabil dalam jangka panjang.