Tips n Trik . 31/07/2026, 14:24 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Banyak smartphone terbaru kini memiliki fitur seperti Optimized Charging, Adaptive Charging, atau AI Charging.
Fitur ini mempelajari kebiasaan pengguna. Misalnya, jika Anda biasanya bangun pukul 06.00, sistem akan mengisi baterai hingga sekitar 80 persen terlebih dahulu, kemudian menyelesaikan pengisian hingga 100 persen menjelang waktu bangun.
Cara ini membantu mengurangi lamanya baterai berada di kondisi penuh, yang dapat membantu memperlambat proses degradasi.
Untuk penggunaan sehari-hari, hal tersebut tidak wajib.
Sistem pengisian daya pada HP modern sudah dirancang agar dapat mengelola baterai secara otomatis. Namun, jika Anda ingin menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang, membiarkan level baterai berada di kisaran 20 hingga 80 persen memang dapat membantu memperpanjang usia pakainya.
Praktik ini lebih bermanfaat bagi pengguna yang berencana memakai HP selama beberapa tahun tanpa mengganti baterai.
Agar proses pengisian daya tetap aman, perhatikan beberapa hal berikut.
Gunakan charger dan kabel yang berkualitas atau sesuai rekomendasi produsen.
Hindari mengecas HP di atas kasur, sofa, atau bawah bantal.
Lepaskan casing jika HP sering terasa sangat panas saat dicas.
Aktifkan fitur Optimized Charging atau Adaptive Charging jika tersedia.
Hindari menggunakan HP untuk bermain game berat selama proses pengisian daya.
Jawabannya adalah boleh, selama menggunakan smartphone modern yang memiliki sistem manajemen baterai yang baik dan dilakukan dengan cara yang benar.
Yang perlu lebih diwaspadai bukanlah durasi pengisian semalaman, melainkan suhu berlebih, penggunaan charger yang tidak berkualitas, serta kebiasaan menggunakan HP untuk aktivitas berat saat sedang dicas. Dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut, baterai smartphone dapat tetap awet dan bekerja optimal dalam jangka waktu yang lebih lama.
Referensi:
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media