fin.co.id - QRIS menjadi salah satu metode pembayaran digital yang paling banyak digunakan di Indonesia. Cukup dengan memindai kode QR menggunakan aplikasi mobile banking atau dompet digital, transaksi dapat dilakukan dalam hitungan detik.
Namun, ada kalanya pembayaran QRIS tidak langsung berhasil dan justru muncul status "pending". Kondisi ini sering membuat pengguna panik, terutama jika saldo sudah terpotong tetapi penjual belum menerima pembayaran.
Lantas, apa penyebab QRIS pending dan bagaimana cara mengatasinya?
Apa Arti Status QRIS Pending?
Status pending berarti transaksi masih dalam proses dan belum selesai sepenuhnya. Sistem pembayaran masih melakukan verifikasi atau pengiriman data antara aplikasi pembayaran, penyedia layanan, dan sistem QRIS.
Selama status masih pending, transaksi belum bisa dianggap berhasil maupun gagal.
Penyebab QRIS Pending Saat Bayar
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan transaksi QRIS tertunda.
1. Koneksi Internet Tidak Stabil
Baik perangkat pembeli maupun merchant membutuhkan koneksi internet yang baik agar proses pembayaran berjalan lancar.
Jika koneksi terputus di tengah transaksi, sistem bisa menampilkan status pending karena data belum terkirim secara sempurna.
2. Gangguan pada Sistem Bank atau Dompet Digital
Terkadang server bank atau penyedia dompet digital sedang mengalami gangguan atau pemeliharaan sistem. Akibatnya, proses transaksi menjadi lebih lambat dari biasanya.
Jika hal ini terjadi, pengguna hanya perlu menunggu hingga sistem kembali normal.