Tips n Trik . 28/07/2026, 10:44 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Baterai laptop yang cepat ngedrop sering kali langsung dikaitkan dengan usia perangkat atau kualitas baterai yang menurun. Padahal, dalam banyak kasus, penyebabnya justru berasal dari kebiasaan penggunaan sehari-hari yang tidak disadari. Akibatnya, daya baterai menjadi cepat habis, kapasitasnya terus menurun, bahkan umur pakainya bisa lebih pendek dari seharusnya.
Semua baterai laptop modern, terutama yang menggunakan teknologi lithium-ion atau lithium-polymer, memiliki siklus pengisian yang terbatas. Meski demikian, cara penggunaan yang tepat dapat membantu memperlambat penurunan kapasitas baterai sehingga tetap awet selama bertahun-tahun.
Berikut beberapa penyebab baterai laptop cepat ngedrop yang sering luput dari perhatian.
Panas merupakan salah satu musuh terbesar baterai laptop. Saat suhu perangkat terlalu tinggi, reaksi kimia di dalam baterai berlangsung lebih cepat sehingga mempercepat proses degradasi.
Laptop bisa menjadi panas karena digunakan untuk bermain game berat, mengedit video dalam waktu lama, atau ventilasi pendinginnya tertutup debu. Menggunakan laptop di atas kasur atau bantal juga dapat menghambat sirkulasi udara sehingga suhu meningkat.
Idealnya, gunakan laptop di permukaan yang keras dan rata agar lubang ventilasi tetap terbuka.
Sebagian orang baru mengisi daya ketika baterai benar-benar 0 persen. Kebiasaan ini tidak disarankan jika dilakukan terlalu sering.
Baterai lithium-ion bekerja lebih optimal ketika level dayanya berada di kisaran 20 hingga 80 persen. Membiarkan baterai terus-menerus kosong hingga mati sendiri dapat mempercepat penurunan kapasitas dalam jangka panjang.
Banyak pengguna membiarkan laptop terus tersambung ke charger selama berhari-hari tanpa pernah melepasnya.
Laptop modern umumnya memiliki sistem yang akan menghentikan pengisian ketika baterai penuh. Namun, jika perangkat terus berada pada kapasitas 100 persen dalam waktu lama, terutama pada suhu tinggi, kesehatan baterai tetap dapat menurun lebih cepat.
Beberapa produsen menyediakan fitur Battery Care atau Battery Health yang membatasi pengisian hingga sekitar 80 persen untuk memperpanjang umur baterai.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media