fin.co.id - Xpeng kembali menunjukkan ambisinya di pasar kendaraan listrik global dengan memperkenalkan Xpeng L03. Mobil listrik terbaru ini digadang-gadang sebagai penantang serius bagi Tesla Model Y, salah satu SUV listrik terlaris di dunia. Peluncuran L03 dilakukan secara bersamaan di Eropa dan China, menandai langkah besar Xpeng dalam memperluas jangkauan pasar internasional.
Pendiri sekaligus CEO Xpeng, He Xiaopeng, menyatakan bahwa perusahaan tidak lagi jauh dari kemampuan untuk menghadirkan kendaraan yang mampu mengungguli Tesla Model Y. Pernyataan tersebut mencerminkan kepercayaan diri Xpeng setelah terus mengembangkan teknologi kendaraan listrik, kecerdasan buatan, hingga sistem mengemudi otonom.
Xpeng L03 Tawarkan Teknologi dan Desain Modern
Xpeng L03 hadir dengan desain SUV coupe yang sporty dan modern. Kabinnya dibekali layar infotainment berukuran 15,6 inci, kursi bergaya lounge, serta berbagai fitur premium yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan pengemudi dan penumpang.
Mobil ini juga mengusung teknologi Vision Language-Action (VLA) 2.0 yang menjadi dasar sistem Next Generation Pilot, fitur bantuan mengemudi terbaru dari Xpeng. Selain itu, L03 menjadi mobil pertama dari pabrikan China yang hadir dengan Google Maps terintegrasi langsung di dalam sistem infotainment.
Dengan harga mulai sekitar 35.600 euro atau sekitar Rp770 jutaan, Xpeng berharap L03 mampu menarik konsumen yang selama ini mempertimbangkan Tesla maupun merek premium asal Eropa.
Disebut Calon "Model Y Killer"
Sejumlah pengamat industri otomotif menilai Xpeng L03 memiliki potensi besar di pasar kendaraan listrik. Pendiri konsultan otomotif AutoXing, Lei Xing, menyebut L03 berpeluang menjadi model dengan penjualan tinggi dan salah satu pesaing terkuat Tesla Model Y.
Meski demikian, ia menilai mobil tersebut belum bisa disebut sebagai kendaraan yang benar-benar mampu menggeser dominasi Tesla.
Penilaian serupa juga disampaikan oleh pengulas TechRadar yang pernah menguji Xpeng G6, model lain yang juga dirancang untuk bersaing dengan Tesla Model Y. Menurutnya, Tesla masih menawarkan pengalaman berkendara yang lebih matang serta sistem perangkat lunak yang lebih halus dan mudah digunakan.
Keunggulan Tesla Masih Sulit Dikejar
Salah satu tantangan terbesar Xpeng bukan hanya menghadirkan spesifikasi yang kompetitif, tetapi juga membangun pengalaman kepemilikan kendaraan yang setara dengan Tesla.
Tesla selama bertahun-tahun dikenal memiliki ekosistem Supercharger yang luas, proses pengisian daya yang praktis, serta perangkat lunak yang mampu merencanakan perjalanan secara otomatis berdasarkan kapasitas baterai dan lokasi stasiun pengisian.
Kemudahan tersebut menjadi salah satu alasan banyak konsumen tetap memilih Tesla meski mulai bermunculan pesaing dari China.