Gadget . 16/01/2026, 13:54 WIB
Penulis : Ari Nur Cahyo | Editor : Ari Nur Cahyo
Situasi ini mengingatkan publik pada kasus Snap Tap Mode milik Razer. Fitur tersebut akhirnya mendapatkan pembatasan ketat oleh pengembang game karena memberikan keuntungan input yang dianggap curang. Pengembang game populer seperti Counter-Strike 2 memiliki wewenang penuh untuk melarang penggunaan perangkat keras yang menawarkan keuntungan tidak adil, meskipun fitur tersebut berasal dari monitor.
MSI sendiri secara bijak merekomendasikan pengguna untuk memakai fitur-fitur AI ini hanya dalam sesi latihan atau game pemain tunggal (single player). Di lingkungan turnamen serius, aturan permainan yang adil (fair play) kemungkinan besar akan melarang penggunaan MSI MEG X jika fitur AI-nya aktif.
Monitor ini memang menjadi perangkat yang sangat kuat bagi mereka yang mencari pengalaman bermain solo yang maksimal. Namun, bagi para atlet eSports, MEG X mungkin menjadi perangkat yang "terlalu pintar" untuk diizinkan masuk ke arena pertandingan resmi.(*).
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media