Graphene yang diproduksi oleh Ravelware telah membuka peluang besar untuk berbagai aplikasi industri, mulai dari cat fungsional untuk tekstil dan pelapis pelindung, hingga material komposit, filter nano membran, baterai, dan sensor.
Inovasi ini tidak hanya menawarkan solusi untuk industri, tetapi juga berpotensi menciptakan ekonomi sirkular yang lebih ramah lingkungan.
Misi Besar: Menciptakan Kemandirian Teknologi Indonesia
Di balik kesuksesan ini, Ravelware memegang teguh visi besar untuk menciptakan kemandirian teknologi Indonesia. CEO dan Founder Ravelware, Randy Budi Wicaksono, menegaskan, “Keberhasilan kami di Entrepreneurship World Cup 2024 hanyalah awal dari perjalanan panjang kami. Kami bertekad untuk terus berinovasi demi membawa manfaat bagi Indonesia dan dunia. Dengan dukungan masyarakat dan semangat kolaborasi, kami percaya bahwa Ravelware dapat memberikan dampak yang lebih besar melalui teknologi graphene dan potensi ekonomi sirkular yang ada di dalamnya.”
Ravelware juga berkomitmen untuk berbagi pengetahuan dan inspirasi kepada generasi muda Indonesia melalui kanal media sosial mereka, mendorong anak-anak muda untuk berani berinovasi dan mengembangkan teknologi yang dapat mempermudah kehidupan.
Melalui langkah ini, Ravelware berharap bisa memotivasi lebih banyak startup Indonesia untuk menembus pasar global.
Dari Indonesia untuk Dunia
Dengan masuknya Ravelware ke dalam Top-100 Most Innovative Companies di EWC 2024, Indonesia kini memiliki sebuah bukti nyata bahwa inovasi teknologi yang berfokus pada keberlanjutan dan kemandirian dapat bersaing di tingkat global.
Ravelware tidak hanya membuktikan bahwa startup Indonesia memiliki daya saing tinggi, tetapi juga menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia siap memimpin dalam era teknologi hijau dan sirkular. (*)