Pemanfaatan AI Generatif Makin Masif, TikTok Mendorong Kreator Gunakan Fitur Transparansi Konten
Pemanfaatan AI Generatif Makin Masif, TikTok Mendorong Kreator Gunakan Fitur Transparansi Konten
fin.co.id — Penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kini kian tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam proses kreatif para pembuat konten (content creator). Hadirnya teknologi AI dapat membantu kreator mencari ide segar, memproduksi konten, hingga mempelajari keterampilan baru.
Kendati demikian, efektivitas dan keamanan pemanfaatan AI tetap bergantung penuh pada cara pengguna mengoperasikannya secara bijak dan bertanggung jawab.
Pengamat Teknologi Informasi sekaligus Ahli Keamanan Siber, Alfons Tanujaya, menilai bahwa tanggung jawab pengguna menjadi pilar utama seiring pesatnya perkembangan AI generatif.
"Kecepatan perkembangan AI generatif jauh melampaui kecepatan masyarakat beradaptasi mengenalinya. Dulu, membuat sebuah video kreatif butuh waktu yang cukup lama, tapi sekarang, siapa pun bisa menghasilkan gambar atau video yang nyaris tidak terbedakan dari aslinya hanya dalam hitungan detik. Di titik inilah tanggung jawab pengguna dan transparansi dari platform menjadi lini pertahanan utama," tegas Alfons.
Baca Juga
Alfons menambahkan, meski AI sanggup mempercepat pembuatan karya, perspektif, pengalaman, serta empati manusialah yang memberikan jiwa dan makna pada hasil akhir konten.
TikTok Bertindak Transparan: Labeli Lebih dari 3 Miliar Video AI
Guna mendukung keterbukaan informasi dan menjaga kepercayaan audiens, platform video singkat TikTok terus mengembangkan fitur transparansi konten buatan AI.
Baca Juga
Kreator TikTok, Theresa, menekankan pentingnya kejujuran saat membuat karya berbasis AI. Ia mengajak para kreator mengaktifkan opsi Label AI sebelum mengunggah video ke publik.
Hingga saat ini, TikTok telah memasang label transparansi pada lebih dari 3 miliar video buatan AI di seluruh dunia. Pengelolaan ini memanfaatkan integrasi teknologi Content Credentials C2PA, Creator Labeling Tools, serta Invisible Watermarking.
Di dalam platform, kreator dapat memanfaatkan berbagai perangkat kecerdasan buatan seperti:
Kerangka AI (AI Outline): Mengolah ide mentah menjadi struktur tulisan, judul, tagar (hashtag), hingga kalimat pembuka (hook) yang memikat.
Pemotongan Cerdas (Smart Split): Mengubah durasi video panjang menjadi beberapa klip pendek yang lebih interaktif.