Tips n Trik

WiFi Router Sebaiknya Dimatikan atau Dibiarkan Menyala 24 Jam? Ini Faktanya

Banyak orang membiarkan router WiFi menyala sepanjang hari, bahkan ketika seluruh penghuni rumah sedang tidur atau pergi bekerja. Namun, ada juga

WiFi Router Sebaiknya Dimatikan atau Dibiarkan Menyala 24 Jam? Ini Faktanya
WiFi 7, Ilustrasi: DALL·E 3

fin.co.id - Banyak orang membiarkan router WiFi menyala sepanjang hari, bahkan ketika seluruh penghuni rumah sedang tidur atau pergi bekerja. Namun, ada juga yang memilih mematikan perangkat tersebut setiap malam karena ingin menghemat listrik dan menjaga agar router lebih awet.

Lantas, mana yang sebenarnya lebih baik? Secara umum, router WiFi modern dirancang untuk bekerja selama 24 jam. Perangkat ini tidak harus dimatikan setiap malam selama berfungsi normal, memiliki ventilasi yang baik, dan tidak menunjukkan tanda-tanda gangguan. Meski demikian, ada beberapa kondisi ketika mematikan router justru menjadi pilihan yang masuk akal.

Router WiFi Memang Dirancang Menyala Sepanjang Hari

Router WiFi berfungsi menghubungkan perangkat di rumah ke jaringan internet sekaligus mengatur lalu lintas data di antara perangkat tersebut. Agar koneksi tetap tersedia, router harus terus bekerja selama layanan internet dibutuhkan.

Ketika router menyala, perangkat akan mempertahankan koneksi ke jaringan penyedia layanan internet, memancarkan sinyal WiFi, dan mengelola perangkat yang terhubung. Aktivitas tersebut berlangsung meskipun tidak ada orang yang sedang membuka situs web atau menonton video.

Karena itu, membiarkan router menyala selama 24 jam bukanlah kebiasaan yang keliru. Banyak perangkat jaringan rumahan memang dibuat untuk beroperasi secara terus-menerus.

Namun, kemampuan tersebut bukan berarti router kebal terhadap kerusakan. Komponen elektronik tetap dapat mengalami penurunan kualitas seiring waktu, terutama jika perangkat terlalu panas, menggunakan adaptor daya yang tidak sesuai, atau ditempatkan di lingkungan yang kurang mendukung.

Apakah Router WiFi Harus Dimatikan Setiap Malam?

Tidak ada kewajiban umum untuk mematikan router WiFi setiap malam. Keputusan tersebut lebih bergantung pada kebutuhan internet, kondisi perangkat, dan tujuan pengguna.

Jika internet digunakan untuk kamera keamanan, alarm pintar, perangkat rumah pintar, atau pembaruan perangkat lunak otomatis, router sebaiknya tetap menyala. Mematikannya dapat membuat perangkat tersebut kehilangan koneksi dan menghentikan sebagian fungsi yang bergantung pada internet.

Sebaliknya, jika tidak ada perangkat yang membutuhkan koneksi ketika rumah kosong atau saat semua penghuni tidur, mematikan router dapat menjadi pilihan untuk mengurangi konsumsi listrik. Penghematan yang diperoleh bergantung pada daya router dan lamanya perangkat dimatikan.

Jadi, tidak perlu mengikuti kebiasaan mematikan router setiap malam hanya karena menganggap perangkat elektronik harus diistirahatkan. Router yang bekerja normal tidak membutuhkan waktu istirahat seperti manusia.

Membiarkan Router Menyala 24 Jam Bisa Membuatnya Cepat Rusak?

Router yang menyala terus-menerus memang menghasilkan panas. Besarnya panas dipengaruhi oleh desain perangkat, beban kerja, suhu ruangan, dan sistem pembuangan panas yang digunakan.

Akan tetapi, panas selama pengoperasian normal tidak otomatis membuat router cepat rusak. Perangkat yang dirancang dengan baik seharusnya mampu menangani panas sesuai batas operasional yang ditentukan produsennya.

Masalah dapat muncul jika router diletakkan di tempat tertutup, ditumpuk dengan perangkat elektronik lain, terkena sinar matahari langsung, atau memiliki lubang ventilasi yang tertutup debu. Kondisi tersebut dapat menghambat pelepasan panas dan meningkatkan risiko gangguan.

Untuk menjaga usia pakai router, letakkan perangkat di tempat terbuka dengan sirkulasi udara yang baik. Hindari menaruhnya di dalam lemari tertutup atau tepat di dekat sumber panas.

Perhatikan juga adaptor daya yang digunakan. Gunakan adaptor sesuai spesifikasi produsen dan jangan mengabaikan tanda-tanda seperti bau terbakar, suara tidak biasa, atau panas berlebihan.

Berapa Banyak Listrik yang Digunakan Router WiFi?

Salah satu alasan orang mematikan router pada malam hari adalah untuk menghemat listrik. Namun, besarnya penghematan perlu dihitung berdasarkan konsumsi daya perangkat, bukan sekadar jumlah lampu indikator yang menyala.

Sebagai ilustrasi, anggap sebuah router menggunakan daya rata-rata 10 watt. Jika dibiarkan menyala selama 24 jam, konsumsi energinya sekitar 0,24 kWh per hari.

Dalam 30 hari, konsumsi energinya menjadi sekitar 7,2 kWh. Angka ini merupakan simulasi, bukan hasil pengukuran semua jenis router. Konsumsi aktual dapat berbeda bergantung pada model, fitur, jumlah perangkat yang terhubung, dan kondisi penggunaan.

Jika router dimatikan selama delapan jam setiap malam, penghematan teoritisnya sekitar 2,4 kWh dalam 30 hari, dengan asumsi konsumsi daya tetap 10 watt ketika menyala dan nol ketika dimatikan.

Perlu diingat bahwa beberapa perangkat memiliki konsumsi daya berbeda. Router dengan fitur tambahan, sistem WiFi berperforma tinggi, atau perangkat gabungan modem-router dapat menggunakan daya lebih besar.

Untuk mengetahui angka yang lebih akurat, periksa label spesifikasi perangkat atau ukur konsumsi listrik menggunakan alat pengukur daya yang sesuai.

Apakah Mematikan Router Bisa Menghemat Listrik Secara Signifikan?

Mematikan router memang dapat mengurangi konsumsi listrik selama perangkat benar-benar tidak menggunakan daya. Namun, penghematan dalam rupiah tidak selalu besar karena router rumahan umumnya menggunakan daya relatif rendah dibandingkan perangkat seperti AC atau pemanas air.

Besarnya penghematan biaya dapat dihitung menggunakan rumus sederhana:

Konsumsi listrik yang dihemat (kWh) = daya perangkat (watt) × lama dimatikan (jam) ÷ 1.000.

Hasilnya kemudian dikalikan dengan tarif listrik per kWh yang berlaku untuk memperkirakan penghematan biaya.

Misalnya, jika router berdaya 10 watt dimatikan selama delapan jam sehari, energi yang dihemat mencapai 0,08 kWh per hari. Dalam 30 hari, jumlahnya sekitar 2,4 kWh.

Perhitungan tersebut belum memperhitungkan kemungkinan perubahan konsumsi daya ketika router bekerja, sehingga hasil nyata dapat sedikit berbeda.

Apakah Router Perlu Direstart Secara Berkala?

Mematikan router dan melakukan restart merupakan dua hal yang berbeda. Mematikan perangkat berarti menghentikan operasinya, sedangkan restart berarti mematikan lalu menyalakannya kembali untuk memulai ulang sistem.

Restart dapat membantu ketika koneksi internet mendadak lambat, router tidak merespons, atau perangkat mengalami gangguan sementara. Proses ini dapat menyegarkan sesi jaringan dan menghapus sebagian kondisi sementara yang mengganggu operasi.

Namun, restart setiap hari bukan keharusan bagi semua router. Jika koneksi stabil dan perangkat berfungsi normal, tidak ada alasan umum untuk terus-menerus melakukan restart hanya berdasarkan jadwal.

Apabila router sering perlu direstart agar internet kembali normal, penyebab utamanya sebaiknya diperiksa. Gangguan bisa berasal dari router, kabel, modem, interferensi sinyal, atau jaringan penyedia layanan internet.

Jika masalah terus berulang, periksa pembaruan firmware, kondisi kabel, dan indikator koneksi. Hubungi penyedia layanan internet jika gangguan berasal dari jaringan mereka.

Kapan Router WiFi Sebaiknya Dimatikan?

Ada beberapa situasi ketika mematikan router menjadi langkah yang masuk akal.

Pertama, ketika rumah akan ditinggalkan dalam waktu lama dan tidak ada perangkat yang memerlukan koneksi internet. Mematikan router dapat mengurangi konsumsi listrik dan memutus koneksi jaringan selama perangkat tidak digunakan.

Kedua, ketika router mengalami gangguan yang dapat diperbaiki dengan restart. Ikuti petunjuk produsen atau penyedia layanan internet agar prosesnya dilakukan dengan benar.

Ketiga, ketika perangkat menunjukkan gejala panas berlebihan atau gangguan listrik. Jika muncul bau terbakar, percikan, atau tanda kerusakan, putuskan sumber listrik dengan aman dan jangan gunakan kembali perangkat sebelum diperiksa.

Keempat, ketika ada petunjuk khusus dari produsen atau penyedia layanan internet yang mengharuskan perangkat dimatikan dalam kondisi tertentu.

Untuk kondisi cuaca ekstrem, khususnya ketika terjadi badai petir, ikuti petunjuk keselamatan listrik dan rekomendasi produsen. Mematikan router saja tidak selalu menjamin perlindungan dari lonjakan tegangan melalui kabel listrik atau jalur jaringan.

Apakah Router yang Menyala Terus Lebih Rentan Diretas?

Router yang terus menyala tidak otomatis lebih mudah diretas hanya karena waktu operasinya panjang. Risiko keamanan lebih banyak dipengaruhi oleh konfigurasi jaringan, kualitas firmware, kata sandi, dan apakah terdapat celah keamanan yang belum diperbaiki.

Router yang aktif menyediakan koneksi jaringan selama 24 jam. Karena itu, pengamanan perangkat perlu diperhatikan, terutama jika router digunakan untuk menghubungkan banyak perangkat di rumah.

Gunakan kata sandi administrator yang kuat dan berbeda dari kata sandi WiFi jika perangkat mendukung pengaturan terpisah. Aktifkan pembaruan firmware otomatis jika tersedia dan gunakan metode keamanan WiFi modern yang didukung router.

Nonaktifkan fitur administrasi jarak jauh jika tidak diperlukan. Periksa pula daftar perangkat yang terhubung untuk mengenali koneksi yang tidak dikenal.

Mematikan router ketika tidak dibutuhkan memang menghentikan koneksi selama perangkat mati, tetapi bukan pengganti pembaruan keamanan dan konfigurasi yang benar. Ketika dinyalakan kembali, perlindungan jaringan tetap bergantung pada pengaturan perangkat tersebut.

Jadi, Lebih Baik Router WiFi Dimatikan atau Dibiarkan Menyala?

Bagi kebanyakan rumah yang menggunakan internet setiap hari, membiarkan router menyala selama 24 jam merupakan pilihan yang wajar. Router modern dirancang untuk beroperasi terus-menerus selama digunakan sesuai petunjuk produsen dan memiliki sirkulasi udara yang memadai.

Mematikan router pada malam hari juga bukan tindakan yang salah, terutama jika tidak ada perangkat yang membutuhkan koneksi dan pengguna ingin mengurangi konsumsi listrik. Namun, pertimbangkan dampaknya terhadap kamera keamanan, perangkat rumah pintar, serta aktivitas pembaruan otomatis.

Tidak perlu mematikan router hanya karena khawatir perangkat akan cepat rusak akibat menyala sepanjang hari. Perawatan, ventilasi, adaptor daya yang sesuai, dan pembaruan keamanan justru merupakan hal yang lebih penting untuk diperhatikan.

Penutup

Router WiFi tidak harus dimatikan setiap malam karena perangkat modern umumnya dirancang untuk bekerja secara terus-menerus. Meski demikian, membiarkannya menyala atau mematikannya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan koneksi, kondisi perangkat, dan tujuan penghematan listrik.

Dari sisi teknis, panas berlebihan, gangguan daya, dan kurangnya perawatan lebih perlu diwaspadai daripada sekadar lamanya router menyala. Sementara itu, dari sisi keamanan, pembaruan firmware dan penggunaan kata sandi yang kuat tetap diperlukan selama jaringan digunakan.

Dengan memahami kebutuhan perangkat dan cara kerjanya, pengguna dapat menentukan kebiasaan yang paling sesuai tanpa harus mematikan router setiap malam atau membiarkannya menyala tanpa mempertimbangkan kondisinya.

Referensi

  1. Cisco, Wireless Router and Network Security Documentation.

  2. U.S. Department of Energy, Estimating Appliance and Home Electronic Energy Use.

  3. Federal Communications Commission, Securing Your Wireless Network.

Berita Terkait