Gadget . 18/08/2026, 14:05 WIB
Penulis : Ari Nur Cahyo | Editor : Ari Nur Cahyo
fin.co.id - Isu mengenai radiasi dari perangkat seluler kerap memicu kekhawatiran di kalangan pengguna smartphone. Untuk mengukur seberapa besar dampak energi elektromagnetik tersebut terhadap tubuh manusia, industri teknologi dan lembaga kesehatan menggunakan metrik krusial yang dikenal sebagai Specific Absorption Rate (SAR).
Indeks SAR berfungsi mengukur jumlah rata-rata energi elektromagnetik dari ponsel yang diserap oleh jaringan tubuh. Radiasi yang dipancarkan oleh smartphone sendiri berada dalam rentang non-ionisasi pada spektrum elektromagnetik. Artinya, berbeda dengan radiasi ionisasi seperti sinar-X atau gamma yang mampu merusak DNA secara langsung, radiasi ponsel tidak memiliki energi yang cukup untuk memecah ikatan molekul, kendati paparan energi termalnya tetap diawasi secara ketat.
Nilai SAR dinyatakan dalam satuan Watt per kilogram (W/kg), yang mencerminkan besarnya daya terserap per unit massa jaringan tubuh. Sejumlah lembaga regulasi global menetapkan ambang batas ketat demi memastikan keamanan perangkat yang beredar di pasaran.
Sebagai standar acuan, regulasi di wilayah Uni Eropa menetapkan batas maksimum SAR sebesar 2 W/kg untuk area kepala, serta 0,08 W/kg untuk paparan ke seluruh tubuh. Angka ambang batas ini sengaja dirancang jauh di bawah tingkat radiasi yang berpotensi menimbulkan efek panas berbahaya bagi jaringan manusia.
Perlu dicatat bahwa nilai SAR yang dicantumkan produsen pada lembar spesifikasi merupakan hasil pengujian ekstrem ketika perangkat dipaksa memancarkan sinyal dengan kekuatan penuh. Dalam penggunaan harian, tingkat paparan aktual yang diterima pengguna umumnya jauh lebih rendah.
Berdasarkan data pengujian, berikut adalah daftar smartphone yang tercatat memiliki tingkat radiasi SAR tertinggi:
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media