fin.co.id - DJI memastikan peluncuran Osmo Pocket 4 secara global pada Selasa, 16 April 2026. Produk ini langsung mencuri perhatian berkat slogan “The World In My Pocket” yang terasa sangat relevan untuk kreator modern.
Tidak sekadar pembaruan biasa, DJI membawa peningkatan signifikan yang membuat banyak content creator mulai mempertimbangkan upgrade. Apalagi, lini Pocket memang dikenal sebagai solusi praktis untuk produksi konten cepat tanpa ribet.
Sensor 1 Inci dengan Dynamic Range Lebih Luas
DJI membekali Osmo Pocket 4 dengan sensor CMOS 1 inci. Ini bukan upgrade kecil. Sensor tersebut mampu menghasilkan dynamic range hingga 14 stop, naik dari 12 stop di generasi sebelumnya.
Dengan peningkatan ini, pengguna bisa menangkap detail lebih baik, terutama dalam kondisi pencahayaan sulit seperti low light atau kontras tinggi. Hasilnya, video terlihat lebih natural tanpa kehilangan detail di area terang maupun gelap.
Rekam Video 6K dan Slow Motion Lebih Halus
Fitur yang paling bikin penasaran jelas ada di sektor video. Osmo Pocket 4 sudah mendukung perekaman hingga resolusi 6K. Ini membuka peluang lebih luas untuk kebutuhan editing dan cropping tanpa mengorbankan kualitas.
Selain itu, kamera ini mampu merekam video 4K di 120fps. Artinya, kemampuan slow motion meningkat dua kali lipat dibanding generasi sebelumnya. Buat kreator yang sering bikin konten cinematic atau aksi, fitur ini jelas jadi game changer.
Tidak berhenti di situ, DJI juga menyematkan profil warna 10-bit D-Log. Dengan ini, pengguna mendapatkan fleksibilitas lebih tinggi saat color grading di tahap pascaproduksi.
Storage Internal 107GB, Tinggalkan MicroSD?
Salah satu perubahan paling menarik sekaligus kontroversial ada di sektor penyimpanan. Osmo Pocket 4 hadir dengan internal storage 107GB dan kecepatan transfer hingga 800MB/s.
Kecepatan ini membuat proses transfer file jadi jauh lebih cepat dan efisien. Kreator bisa langsung memindahkan footage tanpa harus menunggu lama.
Namun, DJI mengambil langkah berani dengan tidak menyertakan slot microSD. Keputusan ini bisa memicu perdebatan. Sebagian pengguna mungkin merasa kurang fleksibel karena tidak bisa mengganti kartu memori.
Meski begitu, DJI tampaknya ingin mendorong workflow yang lebih cepat dan praktis. Bagi kreator yang fokus pada efisiensi, pendekatan ini justru terasa masuk akal.