fin.co.id - Xiaomi kembali memanaskan pasar wearable premium. Bersamaan dengan peluncuran Xiaomi 17 Ultra di China, raksasa teknologi asal Tiongkok ini resmi memperkenalkan Xiaomi Watch 5, smartwatch kelas atas yang membawa peningkatan signifikan di sisi layar, material, fitur kesehatan, hingga daya tahan baterai.
Sekilas, desain Xiaomi Watch 5 memang tampak familiar. Ukuran bodinya tetap berada di angka 47 mm, mirip generasi sebelumnya. Namun, Xiaomi jelas tidak sekadar melakukan penyegaran kosmetik. Perubahan kecil justru menghadirkan dampak besar, terutama saat jam tangan ini digunakan sehari-hari.
Layar Lebih Luas, Visual Makin Tajam
Xiaomi Watch 5 kini mengusung layar AMOLED 1,54 inci, lebih besar dari pendahulunya. Rahasianya terletak pada bezel yang lebih tipis, sehingga area tampilan terasa jauh lebih lapang tanpa harus memperbesar dimensi bodi.
Tidak hanya luas, layar ini juga memanjakan mata. Xiaomi membekalinya dengan peak brightness hingga 1.500 nits serta refresh rate 60Hz, membuat animasi lebih mulus dan tampilan tetap jelas meski di bawah sinar matahari. Kombinasi ini menjadikan Xiaomi Watch 5 semakin nyaman untuk aktivitas outdoor maupun olahraga intens.
Material Premium, Tampilan Lebih Eksklusif
Dari sisi ketahanan, Xiaomi Watch 5 tampil jauh lebih kokoh. Xiaomi menggunakan kaca safir untuk melindungi layar, sementara bodinya dibuat dari stainless steel yang tahan karat. Pilihan material ini jelas menyasar pengguna yang menginginkan smartwatch elegan sekaligus awet.
Untuk urusan gaya, Xiaomi menyediakan beragam opsi strap berukuran 22 mm. Pengguna bisa memilih strap fluoroelastomer untuk tampilan sporty, leather untuk kesan klasik, atau 3D-printed titanium bagi yang mengincar look premium. Fleksibilitas ini membuat Xiaomi Watch 5 cocok dipakai dari gym hingga acara formal.
Performa Ngebut, Baterai Lebih Irit
Xiaomi Watch 5 mengandalkan arsitektur dual-chip. Chip Snapdragon W5 menangani tugas berat, sementara Hengxuan 2800 fokus pada aktivitas ringan dan proses latar belakang. Strategi ini terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi daya tanpa mengorbankan performa.
Hasilnya, Xiaomi mengklaim smartwatch ini mampu bertahan hingga 6 hari dalam mode performa. Jika pengguna mengaktifkan mode hemat daya, daya tahan baterainya bisa melesat hingga 18 hari. Angka ini jelas menjadi nilai jual utama, terutama bagi pengguna aktif yang enggan sering mengisi daya.
Fitur Kesehatan Semakin Serius
Xiaomi tampaknya ingin membawa smartwatch ini ke level yang lebih serius dalam urusan kesehatan. Xiaomi Watch 5 sudah mendukung ECG (electrocardiogram) untuk mendeteksi aritmia hingga indikasi serangan jantung. Tidak berhenti di situ, Xiaomi juga menyematkan EMG (electromyography) untuk membantu diagnosis gangguan otot dan saraf.
Menariknya, fitur EMG tidak hanya berfungsi medis. Xiaomi memanfaatkannya untuk kontrol gesture, memungkinkan pengguna mengoperasikan smartwatch hanya dengan gerakan jari. Pendekatan ini membuat interaksi terasa lebih futuristik dan praktis.
Fitur kesehatan lainnya tetap lengkap, mulai dari pemantau detak jantung, SpO2, analisis tidur, hingga monitor tingkat stres. Semuanya dirancang untuk memberikan gambaran kondisi tubuh secara menyeluruh.