fin.co.id - PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) menyatakan kesiapannya mendukung arahan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) untuk menghadirkan layanan internet yang lebih terjangkau bagi masyarakat luas. Pasalnya, kebijakan tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mempercepat transformasi digital nasional.
“Telkomsel menyambut positif arahan Kemkomdigi untuk bersama-sama menyediakan akses internet yang semakin terjangkau dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia,” kata Vice President Corporate Communication & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 1 Oktober 2025.
Fahmi menegaskan, kebijakan harga terjangkau harus tetap mempertimbangkan keberlanjutan ekosistem industri telekomunikasi agar tetap stabil dan mampu menjaga kualitas layanan.
Telkomsel, lanjutnya, telah menawarkan berbagai pilihan paket data dengan harga kompetitif, seperti SIMPATI mulai Rp30.000, Halo+ Flexy Rp80.000, serta by.U mulai Rp35.000 dengan masa aktif tanpa batas.
Selain itu, tersedia pula program Paket Super Seru, Serba Lima Ribu, Kuota Ketengan, dan Surprise Deal yang memberikan fleksibilitas bagi pelanggan untuk menyesuaikan kebutuhan digital mereka.
“Melalui portofolio produk yang luas, Telkomsel terus berupaya menyesuaikan layanan dengan kebutuhan pengguna sekaligus menjaga kualitas jaringan agar tetap optimal,” ujar Fahmi.
Ia menambahkan, Telkomsel berkomitmen memperkuat kerja sama dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam membangun ekosistem digital yang sehat dan kompetitif.
“Upaya menyediakan internet terjangkau tidak hanya memperluas akses, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia secara berkelanjutan,” tegasnya.
Kemkomdigi Dorong ISP Tekan Tarif Internet
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid meminta seluruh penyedia layanan internet (ISP) untuk menghadirkan akses internet yang terjangkau dan berkualitas, terutama di wilayah dengan tarif tinggi.
“Kami meminta ISP berupaya maksimal menghadirkan layanan internet murah bagi masyarakat,” ujar Meutya dalam keterangan resminya, Rabu, 29 Oktober 2025.
Ia mengakui pembangunan infrastruktur konektivitas memerlukan investasi besar, namun hal itu dapat diatasi melalui kolaborasi lintas sektor.
Pemerintah juga menekankan pentingnya transparansi tarif dan kualitas layanan kepada pelanggan agar masyarakat mendapat manfaat maksimal dari layanan digital.
(Ayu Novita)